


Apa itu Pertanian Jarak Bebas? Kelebihan, Kekurangan, dan Contohnya
Free-range mengacu pada praktik pertanian atau pertanian di mana hewan dibiarkan berkeliaran dengan bebas dan memiliki akses ke alam terbuka, daripada dikurung di kandang atau kandang kecil. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan peternakan ayam, namun bisa juga diterapkan pada hewan lain seperti sapi, babi, dan domba.
Dalam sistem kandang bebas, hewan biasanya dipelihara dalam kelompok besar dan dibiarkan mencari makan dan berolahraga. sesuka hati. Hal ini dapat mencakup merumput di padang rumput, mematuk serangga dan cacing, dan bertengger di pohon. Peternakan dalam kandang sering kali dikontraskan dengan peternakan dalam kurungan, dimana hewan dipelihara dalam kandang kecil dan tidak diperbolehkan bergerak bebas.
Keuntungan dari peternakan di kandang bebas antara lain:
1. Peningkatan kesejahteraan hewan: Hewan yang hidup di alam bebas memiliki lebih banyak ruang untuk bergerak dan melakukan perilaku alami, yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.
2. Nutrisi yang lebih baik: Hewan ternak dapat mencari makanan yang lebih beragam, sehingga dapat menghasilkan kesehatan nutrisi yang lebih baik.
3. Peningkatan produktivitas: Hewan yang dipelihara di alam bebas seringkali lebih produktif dibandingkan hewan yang dikurung, karena mereka memiliki akses terhadap udara segar, sinar matahari, dan olahraga.
4. Mengurangi dampak terhadap lingkungan: Peternakan di kandang bisa lebih berkelanjutan dibandingkan dengan peternakan dalam kurungan, karena memerlukan lebih sedikit sumber daya dan dapat membantu menjaga kesehatan tanah dan keanekaragaman hayati.
Namun, peternakan di kandang juga memiliki beberapa potensi kelemahan, seperti:
1. Biaya lebih tinggi: Peternakan bebas bisa lebih mahal dibandingkan peternakan dalam kurungan, karena memerlukan lebih banyak lahan dan tenaga kerja untuk mengelola hewan.
2. Meningkatnya risiko penyakit: Hewan yang dipelihara di alam liar lebih besar kemungkinannya untuk bersentuhan dengan penyakit dan parasit, sehingga hal ini dapat menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh para peternak.
3. Skalabilitas yang terbatas: Peternakan di kandang terbuka seringkali kurang terukur dibandingkan peternakan dalam kurungan, karena akan lebih sulit untuk mengelola kelompok besar hewan dalam sistem di kandang bebas.
4. Potensi hewan melarikan diri: Hewan liar mungkin dapat melarikan diri dari peternakan, yang dapat menimbulkan risiko bagi hewan dan peternak.



