


Memahami Despotisme: Sekilas tentang Penguasa Paling Terkenal dalam Sejarah
Despot (Yunani: δεσπότης, diromanisasi: despoetēs, yang berarti "tuan" atau "tuan") adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seorang penguasa yang memegang kekuasaan absolut atas wilayah dan rakyatnya. Istilah ini dapat ditelusuri kembali ke Yunani kuno, di mana istilah ini digunakan untuk menggambarkan tuan atau tuan dari sebuah rumah tangga atau perkebunan. Seiring berjalannya waktu, istilah ini mulai digunakan secara lebih luas untuk menggambarkan penguasa mana pun yang memegang kekuasaan tertinggi atas kerajaan atau kekaisarannya.
Di zaman modern, istilah "lalim" sering digunakan secara merendahkan untuk menggambarkan pemimpin yang memerintah dengan tangan besi dan mengabaikan perintah. prinsip-prinsip hak asasi manusia atau demokrasi. Beberapa contoh lalim dalam sejarah antara lain:
1. Julius Caesar, jenderal dan negarawan Romawi yang diangkat menjadi diktator seumur hidup dan memerintah Roma dengan kekuasaan absolut.
2. Raja Louis XIV dari Perancis, yang memerintah dengan kekuasaan absolut dan dikenal sebagai "Raja Matahari".
3. Joseph Stalin, pemimpin Soviet yang memerintah dengan tangan besi dan bertanggung jawab atas jutaan kematian selama rezimnya.
4. Saddam Hussein, diktator Irak yang memerintah dengan kekuasaan absolut dan akhirnya digulingkan dalam invasi pimpinan AS ke Irak.
5. Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara yang memerintah dengan kekuasaan absolut dan dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia.
Penting untuk dicatat bahwa tidak semua penguasa yang memegang kekuasaan absolut adalah penguasa yang lalim. Beberapa pemimpin mungkin memiliki otoritas yang sah dan menggunakan kekuasaannya demi kebaikan rakyatnya, sementara pemimpin lainnya mungkin bersifat tirani dan menindas. Istilah "lalim" sering digunakan untuk menggambarkan pemimpin yang memerintah dengan mengabaikan kesejahteraan rakyatnya.



