


Memahami Hukum Lenz: Prinsip Dasar Elektromagnetisme
Hukum Lenz menyatakan bahwa arah arus induksi (Gaya gerak listrik) pada suatu penghantar sedemikian rupa sehingga berlawanan dengan perubahan medan magnet yang menghasilkannya. Ini adalah prinsip dasar dalam studi elektromagnetisme dan digunakan untuk menjelaskan perilaku motor, generator, dan perangkat lain yang mengandalkan induksi elektromagnetik.
Hukum ini pertama kali dirumuskan oleh fisikawan Jerman Heinrich Lenz pada tahun 1862. Ia mengamati bahwa ketika sebuah konduktor ditempatkan dalam medan magnet yang berubah, beda potensial listrik diinduksikan pada terminal-terminalnya, menyebabkan arus mengalir. Arah arus ini sedemikian rupa sehingga melawan perubahan medan magnet yang menghasilkannya.
Hukum Lenz mempunyai implikasi penting pada desain dan pengoperasian perangkat listrik. Misalnya, pada motor, medan magnet yang berputar menginduksi beda potensial listrik pada belitan jangkar, sehingga menyebabkan arus mengalir. Menurut hukum Lenz, arus ini melawan perubahan medan magnet yang menghasilkannya, yang menyebabkan rotor berputar. Demikian pula pada generator, perubahan medan magnet menginduksi perbedaan potensial listrik pada terminal-terminalnya, sehingga menyebabkan arus mengalir. Sekali lagi, menurut hukum Lenz, arus ini melawan perubahan medan magnet yang menghasilkannya, yang menyebabkan rotor berputar dan menghasilkan listrik.
Singkatnya, hukum Lenz merupakan prinsip dasar dalam studi elektromagnetisme yang menggambarkan arah arus. arus induksi pada suatu konduktor ketika ditempatkan pada medan magnet yang berubah-ubah. Hal ini mempunyai implikasi penting terhadap desain dan pengoperasian perangkat listrik seperti motor dan generator.



