


Memahami Ketidakrataan: Mengatasi Ketimpangan Sistemik dalam Pendidikan dan Masyarakat
Ketidakrataan mengacu pada kurangnya kesetaraan atau keadilan dalam suatu sistem, proses, atau situasi. Hal ini dapat diwujudkan dalam berbagai cara, seperti akses yang tidak setara terhadap sumber daya, peluang, atau hak istimewa, atau bias dan diskriminasi yang memihak individu atau kelompok tertentu dibandingkan yang lain.
Dalam konteks pendidikan, ketidakrataan dapat merujuk pada distribusi sumber daya, pendanaan, dan pendanaan yang tidak merata. atau peluang antar sekolah atau kabupaten yang berbeda, yang dapat mengakibatkan beberapa siswa menerima kualitas pendidikan yang lebih rendah dibandingkan siswa lainnya. Hal ini juga dapat merujuk pada bias dan diskriminasi yang ada dalam sistem pendidikan, seperti kesenjangan ras atau sosio-ekonomi dalam akses terhadap kursus lanjutan, kegiatan ekstrakurikuler, atau penerimaan perguruan tinggi.
Dalam konteks masyarakat luas, ketidaksetaraan dapat merujuk pada kesenjangan sistemik dan bias yang ada di berbagai bidang seperti ketenagakerjaan, perumahan, layanan kesehatan, peradilan pidana, dan representasi politik. Ketimpangan ini dapat melanggengkan siklus kemiskinan, diskriminasi, dan ketidakberuntungan bagi komunitas yang terpinggirkan, sehingga mempersulit mereka untuk mengakses peluang dan sumber daya yang dapat membantu mereka mencapai tujuan dan meningkatkan taraf hidup mereka.
Secara keseluruhan, ketidaksetaraan adalah sebuah istilah yang menyoroti pentingnya mengatasi kesenjangan dan bias sistemik yang ada dalam masyarakat kita, sehingga semua individu memiliki akses yang sama terhadap peluang dan sumber daya, terlepas dari latar belakang atau keadaan mereka.



