


Memahami Komunisasi: Aspek Kunci Masyarakat Sosialis dan Komunis
Dalam konteks teori Marxis, komunisasi mengacu pada proses dimana alat-alat produksi dan hubungan sosial lainnya dimiliki dan dikendalikan secara kolektif oleh masyarakat secara keseluruhan, bukan oleh individu atau perusahaan. Hal ini dipandang sebagai aspek kunci dalam masyarakat sosialis atau komunis, yang mana kekayaan dan sumber daya masyarakat didistribusikan secara adil dan setiap orang mempunyai akses terhadap kebutuhan hidup.
Dalam pengertian ini, komunisasi bukan hanya soal kepemilikan properti, namun juga tentang cara sumber daya digunakan dan didistribusikan. Dalam masyarakat yang terkomunis, keputusan tentang cara menggunakan sumber daya dan cara mengatur produksi akan dibuat secara kolektif, bukan oleh individu atau perusahaan yang berupaya memaksimalkan keuntungan. Hal ini dapat mencakup hal-hal seperti usaha koperasi, perusahaan milik pekerja, dan proses pengambilan keputusan berbasis masyarakat.
Komunisasi sering kali dilihat sebagai tujuan jangka panjang bagi gerakan sosialis dan komunis, dibandingkan tujuan jangka pendek. Ini adalah visi masyarakat di mana negara dan pasar tidak lagi menjadi mekanisme utama untuk mengatur produksi dan distribusi, melainkan sebuah jaringan asosiasi dan kolektif sukarela. Dalam pengertian ini, komunikasi bukan hanya sekedar redistribusi kekayaan, namun juga transformasi hubungan sosial dan cara masyarakat berinteraksi satu sama lain.



