mobile theme mode icon
theme mode light icon theme mode dark icon
Random Question Acak
speech play
speech pause
speech stop

Memahami Non-Penganiayaan dan Pentingnya dalam Melindungi Hak Asasi Manusia

Non-persekusi mengacu pada tidak adanya penganiayaan, diskriminasi, atau penindasan yang sistematis atau terorganisir terhadap sekelompok orang tertentu. Artinya, individu tidak boleh diperlakukan secara tidak adil atau tidak adil karena ras, agama, jenis kelamin, orientasi seksual, atau karakteristik lainnya. Non-persekusi tidak berarti bahwa tidak ada prasangka atau diskriminasi, namun perilaku tersebut tidak dibolehkan atau didukung oleh pemerintah atau masyarakat secara keseluruhan.

Dalam konteks hak asasi manusia, non-persekusi adalah prinsip penting yang diabadikan dalam banyak perjanjian internasional. dan hukum nasional. Hal ini penting untuk memastikan bahwa individu dapat menjalani kehidupan mereka tanpa rasa takut akan penganiayaan atau diskriminasi, dan bahwa mereka memiliki akses terhadap hak dan peluang yang sama seperti orang lain.

Contohnya, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, yang diadopsi oleh PBB Majelis Umum PBB tahun 1948 menyatakan bahwa “setiap orang berhak bebas dari penganiayaan” (Pasal 1). Demikian pula, banyak konstitusi dan undang-undang nasional yang melarang diskriminasi dan menjamin perlindungan yang sama di bawah hukum bagi semua individu, terlepas dari latar belakang atau karakteristik mereka.

Secara keseluruhan, non-penganiayaan adalah prinsip penting yang penting untuk melindungi hak asasi manusia dan memastikan bahwa individu diperlakukan dengan bermartabat dan menghormati. Hal ini penting untuk mendorong kohesi sosial, keadilan, dan kesetaraan, serta untuk mencegah diskriminasi dan penganiayaan berdasarkan prasangka atau bias.

Knowway.org menggunakan cookie untuk memberi Anda layanan yang lebih baik. Dengan menggunakan Knowway.org, Anda menyetujui penggunaan cookie kami. Untuk informasi mendetail, Anda dapat meninjau teks Kebijakan Cookie kami. close-policy