


Mengungkap Arsitektur Moeso-Gotik: Perpaduan Gaya Islam dan Gotik
Moeso-Gothic (juga dikenal sebagai Mosso-Gothic atau Mozarabic) adalah gaya arsitektur yang muncul di Semenanjung Iberia pada Abad Pertengahan, khususnya pada abad ke-12 dan ke-13. Hal ini ditandai dengan penggunaan elemen dan motif arsitektur Islam, seperti lengkungan, kubah, dan muqarnas (korbel hiasan), di gereja dan biara Kristen.
Istilah "Moso-gothic" diciptakan oleh sejarawan seni Henri Focillon untuk menggambarkan hal ini. perpaduan unik gaya Islam dan Gotik yang berkembang di Semenanjung Iberia pada masa pemerintahan Muslim. Gaya ini ditemukan terutama di wilayah Castile, León, dan Galicia, di mana kerajaan-kerajaan Kristen berada dalam kontak dekat dengan populasi Muslim.
Arsitektur Moeso-gotik mencerminkan pertukaran budaya dan sinkretisme yang terjadi antara populasi Kristen dan Muslim di Iberia. Semenanjung pada Abad Pertengahan. Ini menggabungkan unsur-unsur arsitektur Islam, seperti lengkungan dan kubah, dengan bentuk arsitektur Kristen, seperti penggunaan lengkungan runcing dan kubah berusuk. Hasilnya adalah gaya khas yang berkarakter Islami dan Gotik.
Beberapa contoh arsitektur Moeso-gotik yang terkenal antara lain Katedral Santiago de Compostela di Galicia, Katedral Toledo di Kastilia, dan Biara San Esteban di Salamanca. Bangunan-bangunan ini menunjukkan perpaduan tradisi arsitektur Islam dan Kristen serta pertukaran budaya yang terjadi antara kedua peradaban pada Abad Pertengahan.



