


Pengertian Anatexis: Proses Peleburan dan Reformasi Batuan
Anatexis (dari bahasa Yunani ἀνατεσίς "peleburan" atau "pembubaran") adalah proses di mana sebagian batuan dicairkan dan kemudian dibentuk kembali menjadi mineral atau batuan baru. Proses ini terjadi ketika magma naik dari mantel bumi ke permukaan, membawa serta pecahan kerak bumi di atasnya. Saat magma mendingin, fragmen-fragmen ini dapat mengendap dan mengeras, membentuk batuan baru yang berbeda dari kerak aslinya.
Anatexis dapat terjadi melalui berbagai proses geologi, antara lain:
1. Keretakan benua: Ketika sebuah benua terpecah, kerak bumi dapat menipis dan meregang, menyebabkan pencairan sebagian dan pembentukan batuan baru.
2. Busur vulkanik: Ketika lempeng samudera menunjam (didorong) ke bawah lempeng benua, lempeng di atasnya dapat mencair dan membentuk gunung berapi.
3. Zona subduksi: Ketika lempeng di atasnya tertarik menjauhi lempeng subduksi, lempeng tersebut dapat meleleh dan membentuk batuan baru.
4. Zona tumbukan: Ketika dua lempeng tektonik bertabrakan, kerak bumi dapat terdorong ke dalam mantel, sehingga kerak bumi dapat meleleh dan berubah menjadi mineral atau batuan baru.
Anatexis merupakan proses penting dalam pembentukan kerak bumi, dan dapat menimbulkan dampak yang signifikan tentang geologi dan lanskap suatu wilayah. Misalnya, pembentukan batuan baru melalui anatexis dapat menyebabkan terciptanya pegunungan, pembentukan endapan mineral, dan perubahan iklim dan ekosistem setempat.



