


Pengertian Aortopati: Penyebab, Gejala, dan Pilihan Pengobatan
Aortopati mengacu pada penyakit atau kelainan apa pun yang memengaruhi aorta, yaitu arteri utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Aorta adalah struktur kompleks yang terdiri dari beberapa lapisan jaringan, dan dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi, termasuk kelainan genetik, infeksi, penyakit inflamasi, dan cedera pembuluh darah.
Beberapa jenis aortopati yang umum meliputi:
Aneurisma aorta: Ini adalah tonjolan pada dinding aorta yang dapat terjadi karena melemahnya dinding pembuluh darah, sering terlihat pada orang dewasa yang lebih tua. Diseksi aorta: Ini adalah robekan pada lapisan dalam aorta yang dapat menyebabkan pendarahan dan menyebabkan penurunan yang cepat. tekanan darah.
Stenosis aorta: Ini adalah penyempitan katup aorta yang dapat menghambat aliran darah dari jantung ke aorta.
Koarktasio aorta: Ini adalah penyempitan aorta yang dapat terjadi di mana saja sepanjang aorta, dan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi di tubuh bagian atas.
Sindrom Ehlers-Danlos: Ini adalah sekelompok kelainan genetik yang mempengaruhi jaringan ikat tubuh, termasuk aorta, dan dapat menyebabkan aneurisma dan pembedahan aorta.
Sindrom Marfan: Ini adalah kelainan genetik yang mempengaruhi jaringan ikat tubuh jaringan, termasuk aorta, dan dapat menyebabkan aneurisma dan pembedahan aorta.
Penyebab lain dari aortopati termasuk infeksi seperti endokarditis, demam rematik, dan sifilis, serta pengobatan dan prosedur medis tertentu.
Gejala aortopati dapat bervariasi tergantung pada kondisi spesifik dan tingkat keparahannya, tetapi mungkin termasuk nyeri dada, sesak napas, kelelahan, dan detak jantung yang cepat. Diagnosis biasanya dibuat melalui kombinasi pemeriksaan fisik, tes pencitraan seperti ekokardiografi atau CT scan, dan tes laboratorium untuk menilai tekanan darah dan fungsi pembuluh darah. Pilihan pengobatan untuk aortopati bergantung pada penyebab yang mendasarinya dan mungkin termasuk obat-obatan untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah kerusakan lebih lanjut, pembedahan untuk memperbaiki atau mengganti pembuluh darah yang rusak, atau intervensi lain seperti pemasangan stent atau perbaikan endovaskular.



