


Pengertian Displasia: Penyebab, Jenis, dan Pilihan Pengobatannya
Displastik mengacu pada perkembangan sel, jaringan, atau organ yang tidak normal atau tidak lengkap. Dapat digunakan untuk menggambarkan berbagai kondisi, termasuk:
1. Nevi displastik: Jenis tahi lalat yang tidak khas dan berpotensi berkembang menjadi melanoma.
2. Hematopoiesis displastik: Perkembangan sel darah yang tidak normal di sumsum tulang.
3. Tulang rawan displastik: Perkembangan tulang rawan yang tidak normal, yang dapat menyebabkan kondisi seperti osteoartritis.
4. Kulit displastik: Pertumbuhan sel kulit yang tidak normal, yang dapat menyebabkan kondisi seperti psoriasis atau eksim.
5. Tulang displastik: Pertumbuhan jaringan tulang yang tidak normal, yang dapat menyebabkan kondisi seperti osteoporosis atau kanker tulang.
6. Sistem saraf displastik: Perkembangan sistem saraf yang tidak normal, yang dapat menyebabkan kondisi seperti epilepsi atau autisme.
7. Mata displastik: Perkembangan mata tidak normal, yang dapat menyebabkan kondisi seperti katarak atau glaukoma.
8. Telinga displastik: Perkembangan telinga yang tidak normal, yang dapat menyebabkan kondisi seperti gangguan pendengaran atau infeksi telinga.
9. Tiroid displastik: Pertumbuhan kelenjar tiroid yang tidak normal, yang dapat menyebabkan kondisi seperti hipotiroidisme atau hipertiroidisme.
10. Pankreas displastik: Pertumbuhan pankreas yang tidak normal, yang dapat menyebabkan kondisi seperti diabetes atau pankreatitis.
Secara umum, displastik mengacu pada suatu kondisi di mana sel atau jaringan tidak berkembang atau tumbuh dengan baik, sehingga menyebabkan kelainan atau cacat pada organ atau sistem yang terkena. .



