


Pengertian Kebutaan dan Kehilangan Penglihatan: Penyebab, Jenis, dan Pilihan Pengobatannya
Kebutaan adalah suatu kondisi dimana seseorang kehilangan kemampuan untuk melihat. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti genetika, cedera, infeksi, atau penyakit. Ada berbagai jenis kebutaan, antara lain:
1. Kebutaan total: Ini terjadi ketika seseorang tidak memiliki persepsi cahaya atau persepsi bentuk.
2. Kebutaan tidak lengkap: Ini adalah kondisi ketika seseorang masih memiliki sisa penglihatan, namun tidak cukup untuk membaca atau melakukan tugas sehari-hari.
3. Kebutaan hukum: Ini adalah kondisi ketika ketajaman penglihatan seseorang yang paling baik dikoreksi adalah 20/200 atau lebih buruk lagi pada mata yang lebih baik.
4. Penglihatan sebagian: Ini adalah ketika seseorang memiliki penglihatan tertentu, namun tidak cukup untuk membaca atau melakukan tugas sehari-hari.
5. Penglihatan terowongan: Ini adalah kondisi ketika seseorang memiliki bidang penglihatan yang sempit, biasanya karena cedera otak atau stroke.
6. Hemianopia: Ini adalah kondisi ketika seseorang kehilangan separuh bidang penglihatannya, biasanya karena cedera otak atau stroke.
7. Hemianopia homonim: Ini adalah saat seseorang kehilangan setengah bidang penglihatannya di kedua matanya.
8. Quadrantanopia: Ini adalah kondisi ketika seseorang kehilangan seperempat bidang penglihatannya, biasanya karena cedera otak atau stroke.
9. Distrofi kerucut: Ini adalah suatu kondisi di mana kerucut di retina merosot, menyebabkan kebutaan atau kehilangan penglihatan parah.
10. Retinitis pigmentosa: Ini adalah sekelompok kondisi genetik yang menyebabkan kehilangan penglihatan progresif, biasanya dimulai dengan penglihatan tepi.
Hilangnya penglihatan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:
1. Penuaan: Seiring bertambahnya usia, penglihatan kita bisa menurun karena perubahan pada mata dan otak.
2. Penyakit mata: Kondisi seperti katarak, glaukoma, dan degenerasi makula terkait usia dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.
3. Cedera: Cedera traumatis pada kepala atau mata dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.
4. Infeksi: Infeksi seperti konjungtivitis dan uveitis dapat menyebabkan kehilangan penglihatan jika tidak diobati.
5. Tumor: Tumor pada mata atau otak dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.
6. Stroke: Stroke dapat menyebabkan hilangnya penglihatan karena rusaknya jalur penglihatan.
7. Cedera otak: Cedera otak traumatis dapat menyebabkan hilangnya penglihatan karena rusaknya jalur penglihatan.
8. Retinopati diabetik: Ini adalah komplikasi diabetes yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan jika tidak ditangani.
9. Ablasio retina: Kondisi ini terjadi ketika retina terpisah dari jaringan di bawahnya, menyebabkan hilangnya penglihatan.
10. Traksi vitreomakular: Ini terjadi ketika gel vitreus menarik retina sehingga menyebabkan kehilangan penglihatan.
Ada berbagai pengobatan untuk kebutaan dan kehilangan penglihatan, termasuk:
1. Kacamata atau lensa kontak: Ini dapat membantu memperbaiki kesalahan refraksi dan meningkatkan penglihatan.
2. Pengobatan: Obat tetes mata atau obat oral dapat digunakan untuk mengobati infeksi atau peradangan yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.
3. Pembedahan: Operasi katarak, operasi glaukoma, dan operasi ablasi retina adalah contoh prosedur yang dapat membantu memulihkan penglihatan.
4. Alat bantu low vision: Ini adalah perangkat khusus seperti teleskop dan kaca pembesar yang dapat membantu individu dengan low vision melakukan tugas sehari-hari.
5. Teknologi bantu: Ini mencakup perangkat lunak dan perangkat keras yang dapat membantu individu dengan kehilangan penglihatan mengakses informasi dan berkomunikasi.
6. Terapi rehabilitasi: Terapi ini dapat mencakup terapi fisik, pekerjaan, dan penglihatan untuk membantu individu beradaptasi terhadap kehilangan penglihatan dan mendapatkan kembali kemandirian.



