mobile theme mode icon
theme mode light icon theme mode dark icon
Random Question Acak
speech play
speech pause
speech stop

Pengertian PHK: Jenis, Konsekuensi, dan Praktik Terbaik

PHK mengacu pada proses pemberhentian atau pemberhentian karyawan dari pekerjaannya karena berbagai alasan seperti perampingan, restrukturisasi, kesulitan keuangan, atau penurunan permintaan terhadap produk atau layanan perusahaan. PHK dapat bersifat sementara atau permanen dan dapat mempengaruhi semua level karyawan dalam suatu organisasi, mulai dari level awal hingga manajemen puncak.

Ada beberapa jenis PHK, antara lain:

1. PHK massal: Hal ini mengacu pada pemberhentian sejumlah besar karyawan sekaligus, biasanya karena kesulitan keuangan atau perampingan.
2. PHK yang ditargetkan: Ini melibatkan pemberhentian karyawan tertentu berdasarkan kriteria tertentu, seperti kinerja atau fungsi pekerjaan.
3. PHK musiman: Hal ini biasa terjadi pada industri yang mengalami penurunan permintaan musiman, seperti ritel atau pariwisata.
4. PHK permanen: Hal ini mengacu pada pemutusan hubungan kerja karyawan tanpa niat untuk mempekerjakan kembali mereka di masa depan.
5. PHK sementara: Hal ini mencakup pemberhentian sementara karyawan karena kurangnya pekerjaan atau kesulitan keuangan, dengan tujuan untuk mempekerjakan mereka kembali ketika bisnis kembali membaik.

PHK dapat menimbulkan konsekuensi yang signifikan baik bagi karyawan maupun perusahaan, termasuk tekanan emosional, kesulitan keuangan, dan masalah hukum. Penting bagi perusahaan untuk menangani PHK dengan cara yang adil dan transparan, memberikan dukungan dan sumber daya kepada karyawan yang terkena dampak serta mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap organisasi.

Knowway.org menggunakan cookie untuk memberi Anda layanan yang lebih baik. Dengan menggunakan Knowway.org, Anda menyetujui penggunaan cookie kami. Untuk informasi mendetail, Anda dapat meninjau teks Kebijakan Cookie kami. close-policy