mobile theme mode icon
theme mode light icon theme mode dark icon
Random Question Acak
speech play
speech pause
speech stop

Pengertian Prostatitis: Penyebab, Gejala, dan Pilihan Pengobatan

Prostatitis adalah peradangan pada kelenjar prostat, yang dapat menyebabkan berbagai gejala termasuk nyeri saat buang air kecil, sering buang air kecil, dan rasa tidak nyaman saat berhubungan seks. Ini adalah kondisi umum yang mempengaruhi jutaan pria di seluruh dunia.
Ada beberapa jenis prostatitis, termasuk:
Prostatitis akut: Jenis prostatitis ini disebabkan oleh infeksi bakteri dan dapat diobati dengan antibiotik. Gejalanya meliputi demam, menggigil, dan nyeri saat buang air kecil.
Prostatitis kronis: Prostatitis jenis ini tidak disebabkan oleh infeksi bakteri dan sulit diobati. Gejalanya berupa nyeri saat buang air kecil, sering buang air kecil, dan rasa tidak nyaman saat berhubungan seks.
Sindrom nyeri panggul kronis (CPPS): Jenis prostatitis ini ditandai dengan nyeri kronis di daerah panggul, termasuk kelenjar prostat, testis, dan rektum. Penyebab pasti CPPS tidak diketahui, namun diduga terkait dengan peradangan dan kerusakan saraf. Prostatitis inflamasi tanpa gejala: Prostatitis jenis ini ditandai dengan peradangan pada kelenjar prostat tanpa gejala apa pun. Hal ini sering ditemukan selama pemeriksaan medis rutin atau ketika pengujian untuk kondisi lain.
Penyebab dan faktor risiko:
Penyebab pasti prostatitis tidak diketahui, namun diduga terkait dengan kombinasi beberapa faktor termasuk:
Infeksi bakteri: Bakteri seperti E. coli dapat menginfeksi kelenjar prostat dan menyebabkan prostatitis akut.
Infeksi virus: Virus seperti flu biasa dan flu juga dapat menginfeksi kelenjar prostat dan menyebabkan peradangan.
Gangguan autoimun: Kondisi seperti rheumatoid arthritis dan lupus dapat menyebabkan peradangan pada prostat kelenjar.
Infeksi saluran kemih (ISK): ISK dapat menyebar ke kelenjar prostat dan menyebabkan peradangan.
Kanker prostat: Kanker prostat dapat menyebabkan peradangan pada kelenjar prostat.
Tekanan rektal atau kandung kemih: Tekanan rektal atau kandung kemih dapat menyebabkan peradangan pada kelenjar prostat.
Usia: Prostatitis lebih sering terjadi pada pria berusia di atas 50 tahun.
Gejala:
Gejala prostatitis dapat bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahan kondisinya. Gejala umumnya meliputi:
Nyeri buang air kecil: Nyeri atau ketidaknyamanan saat buang air kecil adalah gejala umum prostatitis.
Sering buang air kecil: Pria dengan prostatitis mungkin perlu buang air kecil lebih sering dari biasanya, terutama di malam hari.
Kesulitan memulai atau menghentikan buang air kecil: Prostatitis dapat menyebabkan kesulitan memulai atau berhenti buang air kecil, yang dapat memalukan dan membuat frustrasi.
Ejakulasi yang menyakitkan: Prostatitis dapat menyebabkan rasa sakit saat ejakulasi, yang dapat mempengaruhi fungsi dan kesenangan seksual.
Nyeri panggul: Pria dengan prostatitis mungkin mengalami nyeri panggul atau ketidaknyamanan di area dubur.
Demam dan menggigil: Akut prostatitis dapat menyebabkan demam dan menggigil, yang dapat menjadi tanda adanya infeksi bakteri.
Diagnosis:
Prostatitis sulit didiagnosis karena gejalanya mirip dengan kondisi lain seperti ISK dan kanker prostat. Penyedia layanan kesehatan biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengambil riwayat kesehatan untuk menyingkirkan kondisi lain. Tes tambahan mungkin termasuk:
Urinalisis: Tes ini dapat mendeteksi bakteri atau darah dalam urin.
Tes antigen spesifik prostat (PSA): Tes ini mengukur tingkat PSA, protein yang diproduksi oleh kelenjar prostat, dalam darah. Tingkat PSA yang tinggi dapat menjadi tanda kanker prostat atau kondisi lainnya.
Tes pencitraan: Tes pencitraan seperti USG dan MRI dapat membantu menyingkirkan kondisi lain dan memastikan diagnosis prostatitis.
Pengobatan:
Pengobatan prostatitis tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya dari kondisi tersebut. Prostatitis akut biasanya diobati dengan antibiotik, sedangkan prostatitis kronis mungkin memerlukan kombinasi obat-obatan dan perubahan gaya hidup. Pilihan pengobatan meliputi:
Antibiotik: Antibiotik dapat efektif dalam mengobati infeksi bakteri yang menyebabkan prostatitis akut.
Obat pereda nyeri: Obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau naproxen dapat membantu meringankan gejala seperti nyeri saat buang air kecil dan nyeri panggul.
Alpha-blocker: Alpha-blocker seperti tamsulosin dapat membantu mengendurkan otot-otot di kelenjar prostat dan memperbaiki gejala saluran kemih.
5-alpha-reductase inhibitor: 5-alpha-reductase inhibitor seperti finasteride dapat membantu mengurangi peradangan dan mengecilkan kelenjar prostat.
Perubahan gaya hidup: Perubahan gaya hidup seperti menghindari makanan pedas atau asam, minum banyak air, dan menghindari kafein dan alkohol dapat membantu mengelola gejala prostatitis kronis.
Pijat prostat: Pijat prostat mungkin membantu dalam mengurangi rasa sakit dan memperbaiki gejala saluran kemih pada beberapa pria dengan prostatitis kronis.
Pembedahan: Pada beberapa pria Dalam kasus tertentu, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengatasi komplikasi seperti ISK berulang atau kanker prostat.
Pencegahan:
Tidak ada cara pasti untuk mencegah prostatitis, namun ada beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi risiko terjadinya kondisi tersebut. Hal ini termasuk:
Menjaga kebersihan: Menjaga area genital tetap bersih dan kering dapat membantu mengurangi risiko infeksi bakteri.
Menghindari bahan iritan: Menghindari bahan iritan seperti makanan pedas atau asam, alkohol, dan kafein dapat membantu mengurangi peradangan dan rasa tidak nyaman.
Tetap terhidrasi: Minum banyak air dapat membantu menghilangkan bakteri dan mengurangi risiko ISK.
Melakukan pemeriksaan rutin: Pemeriksaan rutin dengan penyedia layanan kesehatan dapat membantu mendeteksi kondisi mendasar seperti kanker prostat atau ISK.
Prostatitis adalah kondisi umum yang dapat menyebabkan berbagai gejala termasuk nyeri saat buang air kecil, sering buang air kecil, dan ketidaknyamanan saat berhubungan seks. Meskipun penyebab pasti dari prostatitis tidak diketahui, hal ini diduga terkait dengan kombinasi beberapa faktor termasuk infeksi bakteri, infeksi virus, kelainan autoimun, ISK, dan kanker prostat. Pilihan pengobatan termasuk antibiotik, obat pereda nyeri, penghambat alfa, penghambat 5-alfa-reduktase, perubahan gaya hidup, dan pembedahan. Pencegahannya meliputi menjaga kebersihan, menghindari bahan iritan, tetap terhidrasi, dan melakukan pemeriksaan rutin. Jika Anda mengalami gejala prostatitis, penting untuk menemui penyedia layanan kesehatan untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Knowway.org menggunakan cookie untuk memberi Anda layanan yang lebih baik. Dengan menggunakan Knowway.org, Anda menyetujui penggunaan cookie kami. Untuk informasi mendetail, Anda dapat meninjau teks Kebijakan Cookie kami. close-policy