mobile theme mode icon
theme mode light icon theme mode dark icon
Random Question Acak
speech play
speech pause
speech stop

Pengertian Riolit: Ciri-Ciri, Pembentukan, dan Kegunaannya

Riolit adalah sejenis batuan beku yang terbentuk ketika lava atau abu vulkanik mendingin dan memadat dengan cepat. Hal ini ditandai dengan tekstur berbutir halus dan kandungan silika yang tinggi, biasanya lebih besar dari 65%. Riolit sering kali tampak seperti kaca dan warnanya dapat bervariasi dari merah muda pucat hingga hitam.
Riolit terbentuk karena pendinginan lava atau abu vulkanik yang cepat, yang mencegah mineral tumbuh cukup besar untuk terlihat dengan mata telanjang. Hal ini menghasilkan batuan dengan tekstur berbutir halus yang seringkali tampak seperti kaca.
Rhyolite umum terjadi di daerah yang terdapat aktivitas gunung berapi yang luas, seperti di sekitar gunung berapi atau di zona keretakan. Mereka juga dapat terbentuk sebagai akibat dari pendinginan dan pemadatan aliran lava atau aliran piroklastik (aliran abu panas dan partikel lainnya).
Beberapa contoh riolit meliputi:
Obsidian: Jenis riolit yang terbentuk ketika lava mendingin dengan cepat, menghasilkan lapisan halus , permukaannya seperti kaca.
Batu apung: Suatu jenis riolit yang terbentuk ketika lava membeku di udara, menghasilkan batuan yang ringan dan berpori.
Tuff: Suatu jenis riolit yang terbentuk ketika abu vulkanik dikompres dan disemen menjadi satu.
Ryolit adalah batuan penting di kerak bumi, karena dapat memberikan informasi berharga tentang sejarah geologi suatu daerah. Mereka juga dapat digunakan sebagai bahan bangunan atau produksi kaca dan keramik.

Knowway.org menggunakan cookie untuk memberi Anda layanan yang lebih baik. Dengan menggunakan Knowway.org, Anda menyetujui penggunaan cookie kami. Untuk informasi mendetail, Anda dapat meninjau teks Kebijakan Cookie kami. close-policy