


Sejarah dan Signifikansi Siesta dalam Budaya Spanyol
Siesta adalah praktik tradisional di banyak negara berbahasa Spanyol, di mana orang-orang tidur siang atau istirahat sebentar setelah makan siang, biasanya antara jam 2 siang dan 4 sore. Praktik ini diyakini berasal dari Spanyol, di mana merupakan hal yang lazim bagi para pekerja untuk beristirahat pada saat cuaca terpanas di siang hari untuk menghindari panas dan mengistirahatkan tubuh mereka.
Kata "siesta" berasal dari kata Spanyol "sexta", yang artinya "jam keenam" (seperti jam keenam setelah fajar). Tradisi tidur siang dipopulerkan di Spanyol pada abad ke-16, ketika negara tersebut mengalami iklim panas dan kering. Selama masa ini, orang sering kali pulang ke rumah atau taman setempat untuk tidur siang, dan praktik ini menjadi bagian integral dari budaya Spanyol.
Saat ini, tradisi tidur siang masih dilakukan di banyak negara berbahasa Spanyol, termasuk Spanyol, Meksiko , dan sebagian Amerika Selatan. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi modern dan budaya kerja 24/7, praktik tidur siang menjadi semakin jarang dilakukan, terutama di kalangan generasi muda. Meskipun demikian, gagasan untuk beristirahat sejenak di siang hari untuk beristirahat dan memulihkan tenaga tetap menjadi bagian penting dari budaya dan tradisi Spanyol.



