


Signifikansi Al-Uzza dalam Tradisi Islam
Al-Uzza (العزза) adalah dewi Arab pra-Islam yang disembah di wilayah Najd, yang sekarang menjadi bagian dari Arab Saudi modern. Dia dianggap sebagai salah satu dewa terpenting dalam jajaran dewa dan dewi yang disembah oleh orang Arab kuno.
2. Apa pentingnya al-Uzza dalam tradisi Islam ?
Dalam tradisi Islam, al-Uzza disebutkan sebagai salah satu dari tiga dewi utama yang disembah oleh suku Quraisy, suku yang dimiliki oleh Nabi Muhammad (saw). Dua dewi lainnya adalah Manat dan al-Lat. Menurut kepercayaan Islam, dewi-dewi ini adalah berhala yang disembah selain Allah, dan dianggap sebagai dewa palsu.
3. Apa hubungannya al-Uzza dengan Hajar Aswad?
Hajar Aswad atau dikenal juga dengan sebutan Batu Ka'bah adalah sebuah benda suci yang terletak di dalam Ka'bah, sebuah bangunan berbentuk kubus di Mekkah, Arab Saudi. Menurut tradisi Islam, Hajar Aswad awalnya merupakan bagian dari singgasana al-Uzza, dan kemudian dipasang di Ka'bah oleh Nabi Ibrahim (saw) dan putranya, Ismail.
4. Apa pentingnya kisah al-Uzza dalam tradisi Islam ?
Kisah al-Uzza penting dalam tradisi Islam karena menyoroti pentingnya tauhid dan penolakan politeisme. Penyembahan terhadap al-Uzza dan dewa-dewa palsu lainnya dipandang sebagai bentuk penyembahan berhala, dan Nabi Muhammad (saw) berkhotbah menentang praktik ini. Kisah ini juga menekankan pentingnya mengikuti agama yang benar, yaitu Islam, dan menolak keyakinan atau praktik apa pun yang tidak sejalan dengan ajaran Islam.
5. Apa arti penting al-Uzza di zaman modern?
Di Arab Saudi modern, pemujaan terhadap al-Uzza dan dewa-dewa pra-Islam lainnya tidak dilakukan secara terbuka, karena dianggap sebagai bentuk politeisme yang dilarang oleh agama. Islam. Namun, sebagian ulama berpendapat bahwa warisan dewa-dewa kuno tersebut masih dapat dilihat dalam praktik budaya dan tradisi tertentu di Arab Saudi. Selain itu, kisah al-Uzza berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya tauhid dan penolakan terhadap tuhan-tuhan palsu, yang merupakan pesan utama Islam.



